Pembelajaran Daring

Pendidikan untuk Indonesia Hebat.

Pembelajaran Daring

Pendidikan untuk Indonesia Hebat.

Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan untuk Indonesia Hebat.

Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan untuk Indonesia Hebat.

Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan untuk Indonesia Hebat.

Wednesday, March 23, 2022

Lembar Kerja Peserta Didik - Nilai Stasioner

 

Monday, February 14, 2022

Kurikulum Merdeka

Kurikulum terus bertransformasi. Kurkulum Prototipe yang diperkenalkan sebelumnya  sekarang berubah nama menjadi Kurikulum Merdeka dengan tiga keunggulan :
1. Fokus pada amteri esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik
2. Program peminatan di SMA tidak ada
3. relevan dan interaktif

Friday, February 11, 2022

Berhitung Cepat

 Trik Berhitung Cepat :


Untuk dapat berhitung dengan cepat, kita harus mengetahui lebih dulu keunikan dari bilangan yang hendak kita hitung. Kuncinya : pintar menghitung pada bilangan 0 sampai 10 ("+", "x", "-", ":")

untuk menghitung perkalian dari bilangan 11 sampai 19 maka hasil kalinya lebih dari 100 dan kurang dari 400.
Contoh :
12x13 = ....
Cara hitungnya cepat 12+3 = 15... (Kita tambahkan 0 pada ... menjadi 150). Ingat "150"
Kemudian angka satuan dikalikan 2x3 = 6
Jadi hasil hitungnya adalah 150 + 6 = 156

14x17 = ...
Trik : 14+7 = 21... (Ingat ini menjadi 210)
4x7 = 28
Jadi hasilnya adalah 210 + 28 = 238 mudah  bukan?

Bagaimana kalau menghitung perkalian antara 21 - 29.
Caranya bilangan yang dijumlahkan dikali 2.
Contoh :
23x26 = .....
Trik :  (23+6)x2 = 29x2 = 58 (ingat ini menjadi 580)
3x6=18
jadi hasilnya 580+18 = 598

Thursday, February 10, 2022

Kurikulum Prototipe

     Perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia terus berkembang termasuk kurikulumnya. Saat ini sedang ada kurikulum yang diberi nama Kurikulum Prototipe meskipun belum diterapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah. Pada awalnya kurikulum prototipe hanya diterapkan pada sekolah penggerak namun mulai tahun 2022 semua sekolah diberi opsi untuk menerapkannya.

Kurikulum prototipe memiliki tiga karakter utama :

1. Pengembangan kemampuan non teknis (soft skill)

2. Berfokus pada materi esensial

3. Memberikan fleksibilitas pada guru

Dalam penerapannya kurikulum prototipe menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)


Wednesday, February 9, 2022

Model Pembelajaran

      Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah pada bagian pendahuluan di jelaskan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Lebih daripada itu dijelaskan bahwa satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

    Hal ini berarti bahwa strategi yang tepat dalam pembelajaran akan menjadikan proses pembelajaran berjalan dengan baik. Dengan kata lain, interaksi antara guru, siswa dan sumber belajar bahkan interaksi sosial di dalam kelas akan berjalan dengan baik. Strategi pembelajaran yang tepat mengakibatkan terjadinya suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Untuk itu seorang guru perlu merencanakan strategi pembelajaran dengan memilih model pembelajaran sesuai materi yang akan diajarkan serta memperhatikan karateristik siswa yang belajar pada materi tersebut. Karateristik siswa dan materi pelajaran haruslah seiring sejalan sebab sasaran pembelajaran bukan hanya mencakup pengetahuan saja tetapi juga mencakup ketrampilan dan sikap. Dengan demikian siswa bukan hanya belajar pengetahuan tetapi juga harus mengembangkan kreatifitasnya dalam mengelolah pengetahuan yang dia peroleh menjadi sebuah ketrampilan sebagai inovasi belajar dan terus mengembangkan sikapnya sehingga ia memiliki karakter yang baik.

    Ada tiga model pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran, yaitu model pembelajaran penemuan (discovery learning), model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Masing-masing model pembelajaran ini memiliki keunikan masing-masing sehingga guru harus benar-benar memahami karakter dari setiap model pembelajaran sebelum memutuskan model mana yang akan digunakan.

 1.    Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

Model Pembelajaran Penemuan dimaksudkan untuk mengubah pembelajaran dari siswa hanya menerima informasi dari guru menjadi siswa mencari informasi sendiri. dengan demikian diharapkan siswa memiliki kreatifitas dan pola pikir untuk menemukan sesuatu dari apa yang dipelajarinya, mulai dari menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan sampai pada membuat kesimpulan-kesimpulan.

Tahapan  Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning), meliputi :

1). Perencanaan

Perencanaan meliputi menentukan tujuan pembelajaran, mengetahu karateristik siswa, mementukan materi, dan penyiapan bahan ajar serta menentukan proses penilaian yang akan digunakan

 2).  Pelaksanaan 

 Pelaksanaan meliputi : 

  • Stimulasi/pemberian rangsangan (Stimulation)
  • Pernyataan/ identifikasi masalah (Problem statement)
  • Pengumpulan data  (Data collection)
  • Pengolahan data (Data processing )
  • Pembuktian (Verification)
  • menarik kesimpulan/generalisasi (Generalization)

3) .    Penilaian

Penilaian dapat dapat menggunakan tes maupun non tes. 

2. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)

Pembelajaran berbasis proyek diawali dengan suatu masalah yang harus dipecahkan oleh siswa sehingga siswa diharapkan  melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) meliputi :

1)      Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)

2)      Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project) 

3)      Menyusun Jadwal (Create a Schedule) 

4)      Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project) 

5)      Menguji Hasil (Assess the Outcome) 

 3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Model Pembelajaran Berbasis Masalah dimaksudkan agar peserta terbiasa dan mahir dalam menyelesaikan maslah. Di dalam kelas siswa ditantang secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah dengan tujuan peserta didik memiliki kemampuan berpikir dan ketrampilan dalam memecahkan masalah.

Ada lima fase dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) meliputi :

Fase 1 Orientasi peserta didik kepada masalah

Fase 2Mengorganisasikan peserta didik

Fase 3Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Fase 4Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Fase 5Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah